MY PERSONAL BLOG

 
Other things
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.
Other things
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.
Other things
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.
Other things
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.
Other things
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Duis ligula lorem, consequat eget, tristique nec, auctor quis, purus. Vivamus ut sem. Fusce aliquam nunc vitae purus.
TANTANGAN DALAM PENGEMBANGAN PRODUK BARU
Kamis, 17 Januari 2008
Perusahaan yang gagal dalam mengembangkan produk baru menghadapi resiko yang sangat besar. Produk mereka yang telah ada rentan terhadap perubahan kebutuhan dan selera konsumen, teknologi baru, sikl;us hidup produk yang lebih singkat, serta meningkatnya persaingan domestik dan luar negeri.Pada tahun 1997, merupakan suatu rekor dimana 25.561 produk barang kemasan baru diluncurkan, dan bahkan itu tidak mecakup produk-produk yang tidak akan anda temukan di supermarket local, serta berbagai peralatan teknologi dan program perangkat lunak.Namun kegagalan produk dapat membawa hikmah untuk satu tujuan yang bermanfaat : para investor,wirausahawan, dan para pemimpin tim produk baru dapat mengambil pelajaran berharga tentang apa yang tidak boleh dilakukan.
Mengapa produk baru gagal?Beberapa faktor mungkin mempengaruhinya :
  1. Eksekutif level tinggi mungkin memaksakan gagasan favorit walau hasil riset pasar negatif.
  2. Ide itu bagus, tetapi perkiraan ukuran pasarnya terlalu berlebihan.
  3. Produk itu tidak dirancang dengan baik
  4. Produk itu diposisikan secara keliru di pasar, tidak diiklankan secara efektif, atau terlalu mahal.
  5. Biaya pengembangan lebih tinggi daripada yang diperkirakan
  6. Biaya membalas dengan lebih gencar daripada yang diperkirakan

Selain itu, ada faktor-faktor lain yang menghambat pengembangan produk baru:

  1. Kekurangan gagasan mengenai produk baru yang penting di bidang tertentu : Mungkin hanya ditemukan sedikit cara untuk memperbaiki produk dasar ( seperti baja, deterjen ).
  2. Pasar yang terbagi-bagi : Persaingan yang ketat menyebabkan pasar menjadi terbagi-bagi (market fragmentation ).Perusahaan harus mengarahkan produk baru mereka ke segmen pasar yang lebih kecil, dan hal itu berarti penjulan dan laba yang lebih rendah untuk tiap produk.
  3. Kendala social dan pemerintah : Produk baru harus memenuhi kriteria seperti keamanan konsumen konsumen dan keseimbangan lingkungan. Persyaratan pemerintah telah memperlambat inovasi di industri obat, dan industri lain.
  4. Mahalnya proses pengembangan produk baru : Suatu perusahaan pada umumnya harus menciptakan berbagai gagasan tentang produk baru untuk menemukan hanya satu produk yang layak dikembangkan. Selanjutnya, perusahaan sering menghadapi biaya litbang, manufaktur, dan pemasaran yang tinggi.
  5. Kekurangan modal : Beberapa perusahaan yang memiliki gagasan-gagasan yang baik tidak dapat mengumpulkan dana yang diperlukan untuk melakukan riset dan meluncurkan produk baru.
  6. Waktu pengembangan yang lebih singkat : Perusahaan-perusahaan yang tidak dapat mengembangkan produk-produk baru secara cepat akan berada dipihak yang tidak memiliki keunggulan. Perusahaan-perusahaan harus belajar bagaimana mempersingkat waktu pengembangan dengan menggunakan teknik perancang yang dibantu komputer dan teknik manufaktur, mitra strategis, pengujian konsep awal, dan perencanaan pemasaran tingkat tinggi.
  7. Siklus hidup produk yang lebih singkat : Ketika suatu produk baru berhasil, pesaing dengan cepat akan meniru. Dulu, Sony menikmati tenggang waktu tiga tahun untuk mendorong produk barunya sebelum para pesaing berhasil meniru. Sekarang, Matsushita dan para pesaing lain akan meniru produk itu dalam enam bulan, sehingga Sony nyaris tidak memiliki cukup waktu untuk mengembalikan investasinya.

posted by Dimas Dilik Octananda @ 21.36   0 comments
MENGIDENTIFIKASI MISI DAN STRATEGI

Sebuah usaha manajemen operasi yang efektif harus mempunyai misi, sehingga tahu mana arah tujuannya, dan strategi sehingga tahu kemana harus melangkah dan tahu bagaimana mencapai misinya.
Misi
Keberhasilan ekonomi dan kelangsungan hidup suatu perusahaan, adalah hasil dari mengidentifikasi misi untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pelanggan. Kita mendefinisikan misi organisasi sebagai sasarannya apa yang akan perusahaan sumbangkan untuk masyarakat. Misi menyatakan latar belakang keberadaan organisasi. Setelah misi organisasi ditetapkan, masing-masing bidang fungsional dalam perusahaan menetapkan misi pendukungnya. Yang dimaksud “bidang fungsional” adalah bidang yang dibutuhakan oleh perusahaan; seperti marketing, keuangan/akuntansi, dan produksi/operasi.
Strategi
Bila misi sudah ditetapkan, strategi dan penerapannya bisa dimulai. Strategi adalah rencana aksi organisasi untuk mencapai misi. Setiap bidang fungsional memiliki startegi untuk mancapai misinya dan untuk membantu organisasi untuk mencapai seluruh misinya. Michael Porter menegaskan bahwa perusahaan mencapai misi dalam tiga cara konseptual; (1) diferensiasi, (2) kepeloporan biaya, (3) respons yang cepat atau dengan kata lain, pelanggan menginginkan barang dan jasa yang (1) lebih baik, atau setidaknya berbeda, (2) lebih murah, dan (3) lebih cepat.

posted by Dimas Dilik Octananda @ 16.45   0 comments
PENGARUH KINERJA KEUANGAN DAN RESIKO SISTEMATIK TERHADAP RETURN SAHAM
Pertimbangan utama investor dalam mengambil keputusan untuk melakukan investasi adalah informasi yang berkaitan dengan kondisi perusahaan yang terlihat dalam kinerja keuangan perusahaan. Informasi dari laporan keuangan perusahaan akan menggambarkan kinerja perusahaan yang digambarkan dengan rasio keuangan (CR, ROA, DER, EPS). Selain itu pertimbangan investor dalam melakukan investasi adalah dengan melihat risiko pada sebuah investasi. Risiko tersebut berupa risiko sistematis yaitu risiko yang berasal dari faktor-faktor yang mempengaruhi perusahaan secara langsung.
Setelah dilakukan analisis data yang diambil di BEJ yang terdiri dr perusahaan manufaktur periode tahun 2002 - 2004 dapat disimpulkan:
1. Secara parsial hanya DER dan EPS yang mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap return saham, DER berpengaruh positif terhadap return saham sedangkan EPS berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham. Untuk variabel CR, ROA, dan risiko sistematik tidak berpengaruh signifikan terhadap return saham.
2. Secara simultan atau bersama-sama semua variabel independen (CR, ROA, DER, EPS, dan Risiko Sistematik) dalam penelitian menunjukkan berpengaruh terhadap variabel dependen return saham.
3. Kemampuan penjelas dari kelima variabel independen yaitu CR, ROA, DER, EPS dan Risiko sistematik sebesar 7,3% sedangkan sisanya sebesar 92,7% dijelaskan oleh sebab-sebab lain diluar model.
Dalam penelitian ini menunjukkan nilai adjusted R yang masih berada pada tingkat yang rendah yaitu 7,3% sehingga dalam penelitian selanjutnya perlu memperluas cakupan penelitian dengan memasukkan faktor internal perusahaan seperti book value yang memberikan indikasi bahwa investor bersedia membayar harga saham lebih tinggi apabila ada jaminan keamanan variabel ini merupakan perbandingan nilai buku modal sendiri dengan jumlah saham yang beredar. Serta rasio aktivitas yang tidak digunakan dalam penelitian ini seperti Total Asset Turnover, Total Fixed Assets Turnover, Accounts Receivable Turnover, Inventory Turnover, Average Collection Period, Days’ Sales in
posted by Dimas Dilik Octananda @ 16.31   0 comments
YM: Dilik
About Me

Name: Dimas Dilik Octananda
Home: Semarang, Jawa Tengah, Indonesia
About Me:
See my complete profile
Previous Post
Archives
Links
Powered by

Free Blogger Templates

BLOGGER

© 2005 MY PERSONAL BLOG Template by Isnaini Dot Com